Wakil Presiden Bank Dunia Kunjungi Lombok Barat

0
353

LOMBOKINFO.COM, Giri Menang – Lombok Barat – Wakil Presiden Bank Dunia, Laura Tuck, beserta rombongan didampingi oleh Hanibal Hamid, Direktur Pelayanan Sosial Dasar Dirjen PMD Kementerian Desa, PDT, dan Transimigrasi RI serta dari Kementerian Keuangan, Senin (27/02), mengunjungi Desa Kuripan Selatan, tepatnya di Dusun Tunggu Lawang.

Kunjungan ini adalah dalam rangka meninjau dan mengevaluasi pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Generasi Sehat Cerdas (PNPM GSC) serta sebagai tindak lanjut dari Jamuan Makan Malam dan Ramah Tamah Rombongan World Bank dengan Bupati beserta jajaran SKPD terkait, pada Senin malam, di mana dalam acara tersebut Laura Tuck beserta rombongan mendengarkan secara langsung paparan H. Fauzan Khalid, Bupati Lombok Barat tentang pelaksanaan PNPM GSC di Kabupaten Lombok Barat.

Laura Tuck sendiri ingin memastikan bahwa program World Bank untuk Pembangunan Berkelanjutan dapat mendekatkan masyarakat miskin dengan akses infrastruktur transportasi, air bersih, dan sanitasi lingkungan. Hal-hal tersebut adalah fokus dari World Bank.

“Agar orang-orang miskin dapat merasakan akses pembangunan tersebut,” ujar Laura melalui jasa penerjemahnya.

Hal tersebut disambut oleh H. Fauzan Khalid dengan menyatakan secara mendasar bahwa pembangunan di Lombok Barat sebesar-besarnya diperuntukkan untuk pengentasan kemiskinan sesuai dengan yang ditargetkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“Alhamdulillah dengan adanya PNPM GSC, sejak tahun 2014 Lombok Barat banyak mengalami kemajuan dalam IPM sektor pendidikan dan kesehatan dasar,” ujar Bupati yang didampingi oleh Kepala Bappeda, unsur Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ketika menyinggung maksud kedatangan Laura Tuck dan rombongan.

Hanibal Hamid sendiri sangat antusias ketika mengetahui bahwa secara suprastruktur, Lombok Barat sangat berkomitmen terhadap program pembangunan berkelanjutan.

“Lombok Barat sudah membuat regulasi dalam bentuk perbup yang ditindak lanjuti oleh desa dengan perdes untuk penguatan dan tindak lanjut program pendidikan dan kesehatan dasar lewat ADD dan Dana Desa. Kami sangat percaya dengan komitmen tersebut,”  ungkap Hanibal.

PNPM GSC sendiri adalah program unggulan dari Pemerintah Pusat yang terpusat untuk peningkatan akses dan layanan dasar di bidang Kesehatan dan pendidikan.  Sejak digulirkan tahun 2013, program ini banyak membantu masyarakat miskin di desa-desa untuk mengakses pendidikan dasar dan pra SD/MI yang juga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas serta angka lama sekolah yang ditunjang lagi dengan upaya keras pemerintah memberantas buta huruf.

Di sektor kesehatan, program ini banyak bersentuhan secara langsung dengan posyandu dan poskesdes dalam rangka menurunkan angka kematian ibu dan bayi, pemberantasan gizi buruk, serta penyehatan lingkungan. Jambanisasi keluarga dan perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah sasaran pokok PNPM GSC di sektor kesehatan.

Hal-hal tersebut yang ingin dicek secara langsung oleh Laura dan rombongan sehingga harus turun memantau secara langsung pelaksanaannya di lapangan. Desa yang menjadi sample adalah Desa Kuripan Selatan.

Dengan didampingi oleh Hj. Khairatun Ketua TP PKK bersama instansi terkait, rombongan tersebut mengunjungi dusun yang berada di punggung Gunung Sasak ini.

Di Tunggu Lawang, para rombongan ditemani oleh Kepala Desa Kuripan Selatan, Zulkarnaen dan beberapa kader posyandunya yang menjabarkan seluruh program PNPM GSC selama 2 tahun terakhir.
“Kehadiran GSC mampu mendorong warga desa dalam mengakses layanan pendidikan dan kesehatan,” kata Zulkarnaen.

Desa Kuripan Selatan sendiri adalah desa yang sudah menerapkan program pendidikan kesehatan dasar terintegrasi. Posyandu di desa ini sudah terintegrasi dengan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang memiliki banyak program. Terintegrasinya kegiatan tersebut juga menjadi sasaran pembinaan dan program dari Tim Penggerak PKK.

Salah satu program yang kita support dari ADD dan DD dalam APBDEs adalah dukungan penuh kita kepada keberlanjutan program GSC. Zulkarnaen mengaku bahwa rombongan Laura Tuck nampak puas dengan integrasi program yang berjalan di desanya.

“Mereka sangat terkesan dengan apa yang dicapai oleh masyarakat terkait dengan bantuan GSC dan PKK ikut serta dalam membantu bagaimana mensukseskan program ini lewat pembinaan,” ujarnya bangga.

World Bank melalui Hanibal Hamid mengatakan bahwa Lombok Barat sudah menyusun exist strategy, bukan exit strategi. Artinya World Bank yakin terhadap komitmen Lombok Barat terhadap keberlanjutan dan semangat pengentasan kemiskinan lewat GSC.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here