Wagub : Imunisasi Cara Terbaik Cegah Peneumonia

0
35
Wakil Gubernur NTB, H. Muhamaad Amin, SH, M.Si saat Pencanangan Program Demonstrasi Imunisasi Pneumokokus Konyugasi (PCV) di Puskesmas Gunungsari, Selasa (3/10).

MATARAM – Peneumonia merupakan penyakit radang paru-paru yang masih menjadi penyebab kematian nomor dua terbesar di Indonesia. Diperkirakan sekitar 816.500 balita per tahun terserang pneumonia, dan kasus tertinggi dijumpai di NTB.

Penyebab penyakit mematikan itu umumnya karena kuman bakteri. Sedangkan cara pencegahan terbaik  adalah dengan memberikan imunisasi.

Wakil Gubernur NTB, H. Muhamaad Amin, SH, M.Si saat Pencanangan Program Demonstrasi Imunisasi Pneumokokus Konyugasi (PCV) di Puskesmas Gunungsari, Selasa (3/10) menegaskan, penyuntikan vaksin imunisasi pneumokokus kepada balita merupakan upaya pencegahan penyakit radang paru-paru yang sudah terbukti secara klinis paling efektif dan efisien.

Pemberian imunisasi Pneumokokus Konyugasi (PVC) adalah salah satu cara untuk meningkatkan kualitas kesehatan anak-anak NTB, dalam rangka mewujudkan generasi emas tahun 2025.

Karenanya ia meminta dukungan dari semua pihak untuk ikut berpartisipasi menyukseskan pelaksanaan imunisasi pneumokokus tersebut.

“Dalam rangka peningkatan kualitas hidup dan IPM Provinsi NTB, kami membutuhkan kerja sama dari para kepala desa, tokoh agama dan tokoh masyarakat sebagai garda terdepan untuk mewujudkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas),” ujarnya.

Anak yang akan di imunisasi Pneumokokus Konyugasi mulai hari ini adalah anak yang yang berumur 2 bulan dan  akan mendapatkan imunisasi DPT-HB-Hib 1. Jadi, mereka akan mendapatkan 2 jenis imunisasi.

Sementara itu, Menteri Kesehatan RI yang diwakili oleh Dirjen. Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) dr. H. M. Subuh, MPPM mengatakan, Provinsi NTB adalah pioner dalam pemberian imunisasi.

“Jadi, tolak ukur keberhasilan program imunisasi di Indonesia adalah Provinsi NTB,” katanya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat NTB dan pemerintah daerah yang telah membantu dalam keberhasilan program imunisasi di NTB.

“Sebelumnya proyek demonstrasi imunisasi hepatitis dilaksanakan di NTB dan akhirnya program imunisasi hepatitis bisa diadopsi secara nasional,” ujarrnya.

Imunisasi Pneumokokus Konyugasi adalah proyek imunisasi ketiga yang dilaksanakan di NTB. Jika uji coba ini berhasil maka akan diterapkan di seluruh Indonesia. Vaksinasi akan diuji cobakan selama 2 tahun. Dengan vaksinasi ini diharapkan dapat menjadikan NTB sebagai daerah bebas penyakit Pneumonia (penyakit infeksi paru-paru).

Menurut hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, pada batita atau pada kelompok usia 12-23 bulan prevalensi atau insiden kejadian pneumonia sangat besar, yaitu 21,7 di seluruh Indonesia.

“Jika, jumlah balita 10 juta maka ada 2,1 juta balita yang terkena penyakit pneumonia,” pungkasnya.

iNu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here