Seminar Parenting Untuk Kuatkan Mental Keluarga dan Pola Asuh

0
25
Seminar Parenting TP-PKK NTB

Mataram – Tim penggerak PKK Provinsi NTB adakan seminar parenting mengenai ketahanan keluarga melalui Pola Asuh Anak Dan Remaja (PAAR) dengan cinta dan kasih sayang pada Rabu (7/11).

Seminar ini merupakan salah satu program sosialisasi dari PKK di seluruh Indonesia untuk memberikan wawasan, pemahaman dan keterampilan kepada para ibu di Indonesia khususnya di NTB, terkait bagaimana cara memberikan pengasuhan dan pendampingan yang baik dan benar kepada anak.

Seminar parenting yang dihadiri oleh 200 peserta yang terdiri dari anggota Tim Penggerak PKK Provinsi dan Kabupaten/ Kota se- NTB, perwakilan dari organisasi wanita dan majlis taklim se Pulau Lombok ini, dibuka langsung oleh Hj. Niken Saptarini Zulkieflimansyah selaku Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Nusa Tenggara Barat.

“Sebagai orang tua kita tidak pernah ikut sekolah menjadi orang tua, tapi alangkah baiknya kita semua sebagai orang tua, belajar terus menerus dan mempelajari ilmu pengetahuan, seperti seminar kali ini memberi ilmu kepada kita terkait pola asuh, cara membimbing anak, pendidikan karakter anak, sehingga kelak anak dan cucu kita dapat tumbuh dewasa dengan baik dan menjadi orang yang bertanggung jawab atas kehidupannya,” jelas Hj. Niken.

Ia berharap para peserta yang hadir pada hari ini dapat menjadi agen of change, menyerap informasi yang bermanfaat mengenai PAAR, sehingga dapat meneruskannya kepada masyarakat. Terbentuknya Kader PAAR yang mampu mengantarkan informasi mengenai parenting kepada kader penggerak PKK ke desa-desa merupakan tujuan lain dari seminar parenting ini.

“Harapan saya penyebarluasan pemahaman mengenai pola asuh anak dan remaja dengan cinta kasih ini, termasuk rancangan kegiatannya dapat dilakukan oleh ibu-ibu PKK yang hadir pada hari ini dan bisa sampai pada Kader PKK di desa dan dapat meneruskannya kepada remaja dan anak-anak kita di lingkungan masing-masing,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dosen Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor, Dr. Ir. Dwi Hastuti sebagai pemateri dalam seminar menyampaikan bahwa Anggota PKK harus jadi motor bukan hanya sebagai driver dalam mengembangkan sebuah ketahanan keluarga dan pola asuh anak. Hal ini dimulai dari peningkatan kualitas perkawinan tidak hanya cukup adanya cinta dan kasih sayang, tetapi penting adanya rasa tanggung jawab dalam rumah tangga dan menciptakan kolaborasi berkesinambungan dalam pola asuh anak.

Menurut Dr. Dwi, kemiskinan adalah salah satu faktor pencetus masalah dalam mewujudkan ketahanan keluarga, untuk itu faktor penjaganya adalah adanya ketangguhan mental anggota keluarga itu sendiri, terutama ketangguhan mental seorang ibu yang erat perannya dalam proses pengasuhan anak.

Kualitas tumbuh kembang anak dalam keluarga dipengaruhi oleh status gizi ibu yang berkaitan dengan kepasitas kerja ibu dalam keluarga, hal ini berimbas pada status gizi anak dan perilaku anak dalam keluarga tersebut.

aNd_hms

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here