Pemprov NTB Terus Tingkatkan Produk Ternak

0
35
Wakil Gubernur NTB, H. Muhammad Amin, SH., M. Si saat menyerahkan secara simbolis biji bibit Lamtoro untuk mendukung pakan ternak.

MATARAM – Pemerintah Provinsi NTB terus melakukan berbagai upaya dan ikhtiar untuk meningkatkan produksi dan harga ternak sapi. Karena dengan produksi ternak yang didukung stabilitas harga sesuai kebijakan pemerintah, merupakan upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta penguatan sektor peternakan itu sendiri.

“Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi sapi ternak adalah melalui inseminasi buatan dan metode alamiah,” kata Wakil Gubernur NTB, H. Muhammad Amin, SH., M. Si, saat membuka Workshop Kelompok Penerima Paket Bantuan Hibah Ternak Yang Diserahkan Langsung Kepada Masyarakat Tahun 2017 di Hotel Lombok Plaza, Mataram, Selasa (10/10).

Sejak digulirkannya program Bumi Sejuta Sapi 17 Desember 2008 oleh Gubernur NTB, dalam perkembangannya Provinsi NTB semakin dikenal sebagai ikon produksi sapi ternak. Kebutuhan akan sapi baik untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dalam daerah maupun daerah semakin tinggi.

“Terlebih lagi, bagi sebagian besar masyarakat NTB, sapi bukan hanya dijadikan sebagai hewan peliharaan (ternak) untuk memenuhi kebutuhan ekonomi semata, namun bagi masyarakat setempat, sapi seringkali secara simbolis memegang peranan penting dalam kegiatan adat, budaya dan religius,” ungkap Wagub.

Di waktu yang sama, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB, drh. H. Aminur Rahman, M. Si melaporkan, pertemuan ini adalah workshop kelompok penerima barang yang diserahkan kepada masyarakat, yang sumber dananya merupakan APBD 2017.

Kegiatan ini bertujuan untuk menjamin program bansos dan hibah sesuai aturan dan prosedur yang berlaku sehingga secara hukum tidak menyebabkan adanya kerugian negara, mewujudkan tertib dan kelengkapan administrasi, serta meningkatkan kapasitas kelompok usaha.

Kegiatan yang berlangsung 10-11 Oktober 2017 ini dihadiri 540 orang, terdiri dari 246 kelompok yang diwakili oleh ketua dan bendahara atau sekretaris, 30 petugas teknis kabupaten, narasumber, tim teknis provinsi, dan peserta bidang teknis lainnya.

Turut hadir sebagai narasumber yakni institusi penegak hukum (Kajati), Kepolisian Daerah NTB, Inspektorat NTB, Dinas Peternakan NTB, dan Psikolog. Beberapa pihak ini diundang semata-mata ditujukan untuk membangun tanggung jawab bagi penerima bansos.

Di sela acara tersebut juga dilakukan penyerahan secara simbolis biji bibit Lamtoro untuk mendukung pakan ternak yang diterima Ibu Hayati, Kecamatan Triwis, Kabupaten Sumbawa Pulau Sumbawa, dan Bapak H. Asrori Mustafa Kecamatan Selong Kabupaten Lombok Timur, Pulau Lombok. Adapun Bansos yang dihibahkan senilai 15,87 miliar yang di alokasikan untuk 1.133 ekor sapi, unggas 6.000 ekor, dan 25 unit sarana prasarana peternakan.

iNu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here