Meski Terdampak Gempa, Festival Senggigi Tetap Akan Berlangsung

0
89
Ilustrasi Festival Senggigi Lombok Barat

Lombok Barat – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) tidak ingin berlama-lama tenggelam dalam kesedihan akibat bencana gempa bumi. Tidak hanya untuk me-recovery kondisi sosial masyarakat yang terdampak, namun juga membangkitkan sektor yang diandalkannnya, yaitu pariwisata.

Sebelumnya, banyak pihak khawatir gempa akan melumpuhkan pariwisata di Lobar.

“Karena destinasi utama Lobar justru terletak di empat kecamatan yang paling terdampak gempa,” ujar Bupati Lobar H. Fauzan Khalid saat ditemui pada Kamis (6/9).

Karenanya, ketika menyambut kedatangan Presiden RI Joko Widodo beberapa hari lalu, Fauzan Khalid secara khusus menyampaikan harapannya agar Pemerintah Pusat pun peduli untuk segera merehabilitasi sektor pariwisata yang terdampak oleh gempa kemaren.

Untuk diketahui, kawasan Senggigi merupakan primadona pariwisata yang terdapat di Kecamatan Batulayar. Di kawasan ini terdapat magnet wisata pantai plus akomodasi paling refresentatif di NTB.

Saat ini, magnet itu seperti “mati suri”. Angka kunjungan wisatawan seperti terjun bebas. Manajer Pemasaran Kila Hotel Senggigi, Fauzan Akbar mengakui tingkat hunian di hotelnya jauh berkurang.

Ditemui saat berkunjung ke Kantor Sementara Sekretariat Daerah Kab. Lobar, Rabu (5/09), Fauzan menyampaikan keluhannya.

“Sekarang ini mestinya high season. Tahun lalu di bulan-bulan ini kita sudah full booking. Sekarang tingkat hunian cuma 50% saja. Itu pun yang rata-rata menginap adalah relawan,” tutur Fauzan.

Kila Hotel, tambah Fauzan, hanya mengalami kerusakan minor karena rata-rata berbentuk bungalow dan berbahan baku kayu.

Kondisi lebih parah dirasakan oleh manajemen Hotel Aruna. Hotel dengan kapasitas kamar mencapai 143 kamar, saat ini terpakai hanya 5 kamar.

“Bayangkan, cuma 3% saja,” keluh Sofyan Hadi, seorang senior sales eksekutif di hotel tersebut.

Menyikapi hal tersebut, Pemkab Lobar melalui Dinas Pariwisata Lobar berinisiatf untuk menggelar lagi event tahunan Festival Pesona Senggigi.

Melalui Kepala Bidang Promosi, Sumarto, Dinas Pariwisata Lobar berharap event tersebut tidak hanya untuk memulihkan citra pariwisata di Lobar.

“Gelaran event ini juga untuk menyuarakan kita sudah bangkit. Kita ingin wisatawan nusantara maupun mancanegara tahu bahwa Senggigi sudah pulih,” ujar Marto.

Festival tersebut akan digelar tanggal 1-2 Oktober nanti. Untuk kali ini, Pemkab Lobar mengusung tema Rowah Asuh Gumi Paer. Menurut salah seorang anggota Dewan Kesenian Lobar, Lukman menjelaskan makna tema tersebut.

“Festival kali ini menjadi ritual ruwatan bumi agar Allah Swt senantiasa memberi perlindungan dan memelihara bumi Lobar,” paparnya.

Di festival kali ini, tambah Lukman, akan digelar pagelaran tari, lomba gendang beleq, pentas musik amal, dan pagelaran kesenian daerah lainnya.

“Bahkan kita akan menyelenggarakan juga trauma healing,” pungkas Lukman.

Fauzan Akbar menyambut baik komitmen Pemkab Lobar. Lebih jauh, manajer pemasaran Kila Hotel itu meminta agar Pemkab bisa segera membersihkan puing-puing bangunan yang menuju destinasi wisata.

“Secara psikis, kita ingin tidak ada lagi bekas-bekas gempa yang menimbulkan trauma itu,” ujarnya. Hal tersebut menurutnya, akan sedikit demi sedikit memulihkan psikis wisatawan yang sedang dan akan berkunjung.

Berikutnya, ia meminta Pemkab Lobar untuk segera memperbaiki fasilitas umum di area destinasi wisata.

“Hal tersebut bisa dilakukan selain dengan melakukan promosi,” pungkasnya.

aNd_hms

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here