LIRA Dampingi Hak Rakyat di NTB

0
192
Pelantikan DPW LIRA NTB

MATARAM – Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) telah hadir di tengah-tengah masyarakat Nusa Tenggara Barat. Pada Rabu (31/01) dilakukan pelantikan dan pengukuhan kepengurusan di tingkat Provinsi NTB atau Dewan Pengurus Wilayah (DPW) di Hotel Lombok Astoria, Sayang-sayang, Mataram.

Keberadaan dan kiprah lembaga berbasis kemasyarakatan (LSM) bertaraf nasional ini sebenarnya sudah cukup lama di Ibukota, berikut jejaringnya di hampir semua provinsi se-Indonesia.

Hingga kini lembaga yang mengambil peran strategis ini banyak berkontribusi bagi masyarakat banyak dan pemerintah pusat maupun daerah. Tidak semata menjadi mediator atau penyambung aspirasi rakyat kepada pemerintah, tapi juga kerap dilibatkan sebagai fasilitator atau mitra pemerintah dengan rakyat.

Kehadiran DPW LIRA NTB, menurut Gubernur LIRA (predikat pimpinan di level provinsi), Lale Dewi Mala Kusuma, akan menjadi mitra pemerintah daerah dengan pusat dan masyarakat secara umumnya. Program-program kelembagaan yang disusun ke depan mengarah pada bidang kegiatan yang menyentuh langsung kepada masyarakat. Baik ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.

“Fokus tujuan LIRA berkonsentrasi pada kebutuhan dan kondisi yang dihadapi oleh masyarakat kita saat ini. Kesemuanya bermuara pada anggaran dasar dan anggaran rumah tangga LIRA,” kata Dewi Mala di sela berlangsungnya acara di Mataram.

LIRA NTB merupakan lembaga kemasyarakatan independen. Tidak ditunggangi oleh kepentingan kelompok atau golongan tertentu.

Presiden DPP LIRA, Ollies Datau, meyakinkan bahwa kader di dalam lembaga yang dipimpinnya adalah putera-putera potensial Indonesia yang memiliki integritas tinggi serta kemampuan berorganisasi yang memadai. Tanpa memandang etnik, agama, jabatan/kepangkatan, profesi dan pandangan politik, status sosial dan sebagainya.

“Saya yakinkan bahwa lembaga ini terbuka untuk siapapun, sejauh (dia) itu warga negara Indonesia. Setiap individu boleh berasal dari mana saja, siapa dia, dan sebagainya. Yang terpenting menjunjung tinggi AD ART LIRA sebagai fundamennya serta menjaga citra lembaga di hadapan publik luas,” ujarnya.

Hal ini menurut dia, sejalan dengan diktum huruf (c) yaitu sarana rekruitmen bagi pelaku politik dan kaderisasi kepemimpinan nasional dalam mengisi jabatan-jabatan baik di dalam maupun di luar lembaga-lembaga politik.

aNm

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here