IWAPI NTB Dukung Promosi Pariwisata Lombok – Sumbawa Melalui LSGS 2019

0
32
Baiq Diyah Ratu Ganefi bersama Ketua PKK NTB dan Pimpinan OPD terkait

Mataram – Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Provinsi
Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi mengatakan jajaran IWAPI di wilayah NTB siap mendukung dan mensukseskan gelaran event Lombok Sumbawa Great Sale (LSGS) 2019. Usai peluncuran event pada Minggu malam (27/1) di Hotel Lombok Raya, ia berharap agar LSGS 2019 bisa membawa dampak positif bagi sektor pariwisata dan juga perekonomian NTB secara umum terutama di masa low season ini.

“IWAPI siap sukseskan great sale (LSGS 2019) ini. Sudah beberapa kali great sale dilaksanakan juga sudah banyak rekan-rekan anggota IWAPI yang berpartisipasi menjadi tenant dalam great sale,” kata Baiq Diyah, usai peluncuran event LSGS 2019, Minggu malam (27/1) di Hotel Lombok Raya.

Melalui event peluncuran LSGS 2019 ini para tenant yang turut terlibat diharapkan bisa mendapatkan pencerahan dari Dinas Pariwisata NTB atau stakeholders terkait untuk tetap mengutamakan mutu serta kualitas dalam great sale.

“Dalam great sale ini perlu diberikan pencerahan Dinas Pariwisata, artinya kita jual barang berkualitas, tapi harga diskon. Begitu juga
hotel, kuliner dan penunjang pariwisata lainnya,” katanya.

Baiq Diyah yang juga anggota DPD RI Perwakilan NTB ini menyarankan,
agar ke depan launching LSGS tidak hanya mengundang masyarakat Lombok dan Sumbawa saja, melainkan juga para pelaku pariwisata dari Provinsi lainnya. Hal ini sangat diharapkan dengan tujuan agar event seperti ini dapat terpromosikan lebih luas dan semakin banyak wisatawan yang akan datang ke NTB.

“Harapannya agar LSGS tidak hanya terdengar di Lombok saja atau
Sumbawa saja, tapi minimal di Provinsi lain. Yang terdekat misalnya di Bali, karena di Bali kan banyak wisatawan sehingga mereka bisa datang,” katanya.

Baiq Diyah juga menyatakan sependapat dengan usulan Sekda NTB H. Rosiady Sayuti yang meminta agar event LSGS tidak diselenggarakan
hanya dalam waktu sebulan, namun butuh waktu lebih lama lagi.

“Saya juga sepakat dengan Sekda agar great sale tidak hanya satu
bulan, tapi minimal 2 bulan. Karena sebuah promosi kan tak bisa cepat. Biar lambat asal berpengaruh (positif) terhadap kondisi (pariwisata) saat ini,” katanya.

BDRG#24

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here