HBK: Budidaya Jamur Atasi Kemiskinan di Kota

0
30
HBK bersama Istri kunjungi budidaya jamur tiram

Mataram – Budidaya jamur tiram belum banyak dilirik oleh masyarakat di pulau Lombok. Padahal jamur tiram memiliki nilai ekonomis yang menjanjikan, sebagaimana informasi yang dihimpun Caleg DPR RI Dapil NTB-2 Partai Gerindra, Haji Bambang Kristiono (HBK), saat mengunjungi Kelompok Tani (Poktan) di Kecamatan Sandubaya-Kota Mataram.

“Silahkan Pak Bambang lihat rumah jamur saya,” kata Ketua Poktan Muzaidi pada Rabu (3/4).

HBK yang datang bersama istri tercinta Dian Bambang Kristiono melihat langsung rumah jamur Muzaidi yanh menjadi lokasi budidaya jamur tiram. Didalamnya ada sekitar 2.000 baglog (media tanam jamur) berjenis jamur tiram dan jamur putih.

“Rata-rata tiap hari bisa panen sekitar enam kilogram Pak,” terangnya.

Untuk satu kilogram jamur, lanjutnya, dijual dengan harga Rp 30 ribu untuk jenis jamur tiram putih, sedangkan jamur tiram hitam bisa lebih mahal, yaitu sekitar Rp 40 ribu per-Kilogramnya. Dalam sehari rata-rata mendapat pemasukan antara Rp 150-180 ribu.

Penjelasan Muzaidi ini mengusik rasa ingin tahu HBK. Diantara yang ditanyakan adalah modal yang dibutuhkan membangun rumah jamur dan membeli baglog. Menurut Ketua Badan Pengawas dan Disiplin (BPD) Partai Gerindra ini, budidaya jamur akan menarik bila melibatkan kelompok-kelompok masyarakat.

“Akan dapat membantu ekonomi keluarga jika berjalan optimal,” ucap HBK.

Sembari panen jamur, HBK meminta hitung-hitungan jika ingin membuat kelompok budidaya jamur. Menurut HBK, budidaya jamur ini solusi kongkrit pemberdayaan ekonomi masyarakat miskin di perkotaan.

“Sangat inspiratif ini. Bagus untuk ditiru dan dikembangkan masyarakat perkotaan,” ucap Hj. Dian BK.

Kehadiran HBK beserta istri tercintanya, Hj. Dian BK di Poktan Bijaksari tak hanya melihat budidaya rumah jamur. Petani holtikultura fokus pada cabai dan bawang merah. Disaat yang sama Ketua Poktan Bijaksari juga fokus budidaya jamur.

“Ini (Poktan Bijaksari) bisa menjadi pilot project hasil pertanian,” katanya.

Untuk memberikan nilai tambah, kata HBK, hasil pertanian holtikultura sebaiknya dijual dalam bentuk olahan. Membuat bawang goreng, kripik singkong, kripik ubi dan kripik pisang adalah ide yang tepat. Tinggal bagaimana memikirkan konsep kemasan dan pemasarannya sehingga bisa lebih menarik.

“Tadi karena hanya masuk di warung-warung maka kemasannya hanya plastik. Nanti coba kita arahkan kemasannya lebih baik dan bisa tembus pasar modern,” terangnya.

Jamur sendiri, tambah HBK, selain dijual mentah bisa juga dijual dalam bentuk olahan kripik jamur atau abon jamur. Di toko maupun restoran, jamur menjadi salah satu menu olahan dengan banyak peminat.

Karenanya HBK mengatakan, dirinya akan berkomitmen untuk fokus dalam pengembangan sektor pertanian bila lolos menjadi anggota DPR RI nanti. Selain produksi pertanian, yang akan menjadi fokusnya juga adalah peningkatan nilai tambah hasil-hasil pertanian.

“Saya akan terus mengawal sektor pertanian dari hulu sampai hilir. Supaya masyarakat kita bangga sebagai petani,” tandasnya.

dbd

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here