Bencana, Cara Taufik Ismail ‘Membaca Tanda-Tanda’ dari Langit

0
1107

lombokinfo.com – Bencana banjir bandang yang meluluhlantakkan Bima di Nusa Tenggara Barat pada 21-23 Desember 2016 merupakan sebuah pertanda, sebuah dialog Tuhan dengan makhluk-Nya.  Mencoba mengingatkan kita, manusia agar bijak menjalani hidup bersama alam.

Bagi seorang Taufik Ismail, bencana alam adalah sebuah pertanda dari ‘Langit’.  Kemampuannya membaca tanda-tanda zaman tersebut sebagai suatu kabar kepada kita agar memperhatikan gejala alam yang semakin lama lepas dari genggaman tangan kita.

Ada sesuatu yang hilang, ada sesuatu yang harus kita raih kembali seperti mulanya. Manusia tentu akan merindukan suasana yang alami, yang semurni-murninya, suasana alam sebelum terjamah oleh tangan-tangan teknologi manusia.

Di dalam puisi “Membaca Tanda-tanda” ini banyak gejala alam yang Taufik Ismail ambil sebagai sumber inspirasinya, melalui puisi ini, ia ingin mengajak pembaca melakukan kegiatan membaca terhadap gejala-gejala alam yang terjadi di sekitar kita.

Puisi ‘Membaca Tanda-Tanda’ Karya Taufik Ismail;

Ada sesuatu yang rasanya mulai lepas dari tangan
dan meluncur lewat sela-sela jari kita

Ada sesuatu yang mulanya tak begitu jelas
tapi kini kita mulai merasakannya

Kita saksikan udara abu-abu warnanya
Kita saksikan air danau yang semakin surut jadinya
Burung-burung kecil tak lagi berkicau pagi hari

Hutan kehilangan ranting
Ranting kehilangan daun
Daun kehilangan dahan
Dahan kehilangan hutan

Kita saksikan zat asam didesak karbon dioksid itu menggilas paru-paru

Kita saksikan
Gunung membawa abu
Abu membawa batu
Batu membawa lindu
Lindu membawa longsor
Longsor membawa air
Air membawa banjir
Banjir air mata

Kita telah saksikan seribu tanda-tanda
Biskah kita membaca tanda-tanda?
Allah
Kami telah membaca gempa
Kami telah disapu banjir
Kami telah dihalau api dan hama
Kami telah dihujani abu dan batu
Allah
Ampuni dosa-dosa kami

Beri kami kearifan membaca tanda-tanda
Karena ada sesuatu yang rasanya mulai lepas dari tangan
akan meluncur lewat sela-sela jari

Karena ada sesuatu yang mulanya tak begitu jelas
tapi kini kami mulai merindukanya

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here