APII Perkuat Gelar Best Halal Destination melalui 99 Desa Wisata

0
35
Ketua Umum APII Tgh Fauzan Zakaria

Mataram – Sebagai daerah yang menyandang gelar Best Halal Destination Dunia, Nusa Tenggara Barat tentu saja sangat berbangga. Namun kebanggaan itu tak lantas membuat provinsi yang terdiri dari 2 pulau ini  lupa akan tanggungjawabnya untuk melestarikan, sekaligus mempertahankan penghargaan itu dengan peningkatan kualitas produk. Ikhtiar membangun Negara dari Desa, sebagai nawacita Presiden RI juga dirasa sejalan dengan konsep pengembangan pariwisata dari Desa yang digagas oleh Asosiasi Pariwisata Islami Indonesia (APII) NTB, dengan membangun Desa Wisata Halal di 9 Kabupaten dan Kota.

Terbentuknya Desa Wisata Halal merupakan inisiasi masyarakat, dengan kesadarannya melihat potensi yang ada, mereka bergerak mengelola dan membangun Desa menuju kesejahteraan. Wajah islami dari konsep inipun disesuaikan dengan Asmaul Husna, sehingga Desa Wisata Halal yang diresmikan pada Sabtu (17/11) di Desa Stanggor Lombok Tengah itupun berjumlah 99 Desa Wisata.

Launching 99 desa wisata ini merupakan salah satu bentuk gerakan masyarakat bersama para pengusaha dibidang pariwisata, yang berhimpun dibawah Asosiasi Pariwisata Islami Indonesia (APII).

“Pembangunan yg baik adalah yg di inisiasi dan dimotori oleh masyarakat lalu di fasilitasi oleh pemerintah.Desa Wisata terbentuk atas inisiatif dan keinginan masyarakat itu sendiri. 99 Desa se-NTB yang berkumpul dalam APII sebagai salah satu langkah kongkrit mewujudkan Lombok-Sumbawa sebagai destinasi halal terbaik,” kata Ketua Umum APII TGH Fauzan Zakaria usai memberikan sambutan pada acara louncing.

Fauzan mengatakan, Capaian dari Desa Wisata Halal yakni mengungkap sisi lain dari branding Wisata Halal NTB. Hal inipun diyakini akan menambah keberagaman suguhan produk wisata yang ada saat ini.

“Kami berharap kedepan desa wisata ini bisa menjadi Home Base semacam hotel Desa dengan fasilitas dan atraksi yang lengkap walau sederhana, penginapan, resto, berbagai atraksi, seni, budaya dan edukasi serta kegiatan lainnya menyatu dalam desa wisata. Karena itulah berbagai training akan dilakukakan untuk membekali para pengelola Desa Wisata,” jelasnya.

Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah Nusa Tenggara Barat (BPPD NTB) ini menegaskan, 99 Desa yang sudah terdaftar dan memiliki kelayakan sebagai Desa wisata, akan berkesempatan untuk mengikuti berbagai event promosi berskala nasional dan international. Tentunya dengan branding khas masing – masing Desa, akan mendapatkan pengakuan langsung dimancanegara.

“APII sendiri akan hadir di 99 Desa itu mulai menyiapkan konsep pengembangan Desa wisata, menyiapkan kepengurusannya, dan melatih mereka sehingga para pelaku wisata Desa tersebut menjadi pengusaha serta mampu menjual semua produk yang ada secara mandiri,” pungkasnya.

aNd_BPPD

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here